Selamat Datang Di Blogspot Berita Patroli Bengkalis

Rabu, 20 Juli 2011

Masih Ada 3 Titik Api Suayatno: Musim Panas Waspada Karhutla

Bengkalis , Berita Patroli

Berdasarkan perhitungan Badan Metreologi dan Geofisika (BMG) bulan Juli hingga Agustus merupakan puncak musim panas dengan suhu tertinggi hingga 38 derajat celcius. Ketua Karhutla kabupaten Bengkalis Drs.Suayatno mengimbau seluruh masyarakat peladang untuk waspada.
”Sekarang ini dalam beberapa bulan kedepan merupakan puncak musim panas dengan suhu tertinggi sejak beberapa tahun terakhir. Masyarakat yang berkebun yang biasa berladang, diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena akan berdampak besar pada terjadinya kebakaran hutan dan lahan,”ungkap Suayatno, Senin (11/7).
Ditegaskan Suayatno yang juga wakil bupati Bengkalis itu, pembakaran lahan juga bisa berdampak pada tindak pidana yang akan merugikan pelakunya sendiri. Kondisi lahan mayoritas daerah di Bengkalis yang merupakan lahan gambut sangat rentan terbakar, kemudian api menjalar ke lahan lainnya.
”Untuk itu saya selaku ketua penanganan karhutla kabupaten meminta kepada masyarakat maupun pihak perusahaan perkebunan atau kehutanan jangan sampai melakukan pembakaran lahan. Resiko yang ditimbulkan sangat besar, dan kita tidak mau setiap terjadi karhutla Bengkalis disebut sebagai daerah pensuplay kabut asap,”ungkap Suayatno.
Terakhir ia mengajak agar masyarakat bersama dengan Masyarakat peduli Api (MPA) untuk senantiasa siaga di daerah yang rawan karhutla. Apalagi karhutla yang terjadi di sejumlah kawasan beberapa tahun lalu mencapai ratusan bahkan ribuan hektare, sehingga peran MPA sangat besar untuk memadamkan api.
Tiga Titik Api
Sementara itu kepala dinas kehutanan dan perkebunan (Ddishutbun) kabupaten Bengkalis, Ismail MP saat ditanya jumlah titik api serta area perkebunan yang terbakar, mengatakan bahwa jumlah titik api sudah berkurang. Sebelumnya, jumlah titik api kata kadis mencapai 22 titik yang tersebar di kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil, Mandau, Bantan dan Rupat.
”Sekarang ini jumlah titik api hanya tinggal tiga yang terdapat di kecamatan Bukitbatu, Bantan dan Mandau. Ini laporan terakhir yang kita terima berdasarkan pantauan oleh NOA, jumlah titik api yang terpantau,”ujar Ismail.
Ditanya soal daerah langganan karhutla, seperti desa Sepahat, Tanjung Leban dan Bukit Kerikil di kecamatan Bukit Batu, Ismail menyebutkan sejauh ini tidak ada kebakaran dalam skala besar yang terpantau. Kalaupun ada hanya sangat kecil, dan Masyarakat peduli Api (MPA) di desa tersebut pada saat seperti ini selalu disiagakan mengantisipasi karhutla.
( ed )


Drs.Suayatno Wakil Bupati Bengkalis


0 komentar:

Poskan Komentar