Selamat Datang Di Blogspot Berita Patroli Bengkalis

Selasa, 19 Juli 2011

Pembagian Raskin di Rupat Ricuh

Rupat – Bengkalis , Berita Patroli
Pembagian beras untuk keluarga miskin (raskin) di desa Pangkalan Nyirih kecamatan Rupat kabupaten Bengkalis, minggu lalu berlangsung ricuh. Bahkan pembagian beras gratis itu sempat diwarnai keributan dari keluarga miskin yang tidak masuk dalam daftar penerima raskin.
Salah seorang warga Pangkalan Nyirih, Sunardi, yang juga humas Forum Peduli Rupat (FPR), Minggu (29/5) kepada Berita Patroli mengatakan bahwa kericuhan itu sendiri terjadi pada Kamis (26/5) dan Jumat (27/5) saat pembagian raskin. Bahkan ada sekitar 30-an warga yang sempat melancarkan aksi demo ke kantor desa, karena pembagian raskin dinilai tidak adil.
”Mereka yang menuntut itu merasa bahwa mereka berhak mendapatkan jatah raskin. Akan tetapi pada kenyataannya saat pembagian raskin mereka tidak masuk daftar, sehingga 30-an warga merasa diperlakukan tidak adil, dan menuntut agar nama mereka dimasukkan sebagai penerima raskin,”ungkap Sunardi.
Selanjutnya terang Sunardi, pada Jumat (27/5), 30-an warga yang tidak terdata mendatangi kantor kepala desa dan Badan perwakilan Desa (BPD) untuk menuntut hak mereka. Ia meminta agar Pemkab Bengkalis memperhatikan masalah pendataan, karena ada indikasi dalam penyaluran raskin ada yang tidak layak menerima masuk dalam data, sebaliknya mereka yang layak malah tidak terdata.
Ditempat terpisah, ketua BPD Pangkalan Nyirih, Ghozali ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kericuhan saat pembagian raskin minggu lalu. Menurutnya, hal itu tidak lain disebabkan data base penerima raskin yang dikeluarkan Pemkab Bengkalis kurang valid, karena ada puluhan rumah tangga miskin (RTM) yang tidak terdaftar menjadi penerima.
”Pembagian raskin yang dilakukan petugas di Pangkalan Nyirih berdasarkan data base yang dikeluarkan pemkab Bengkalis. Itulah yang menjadi acuan kita dalam penyaluran raskin di desa ini. Soal ada RTM yang tidak terdata juga menjadi tanda tanya, karena pihak desa sudah melakukan pendataan baru tahun 2010 lalu,”terang Ghozali, dengan nada heran.
Sementara itu Ghozali juga membantah adanya tudingan terhadap BPD yang diduga bermain dalam pendataan. Ia menyebutkan bahwa karena kericuhan pembagian raskin tersebut, masih ada raskin tersisa 3 ton lagi yang nanti akan dibagikan kepada keluarga yang belum menerima.Ditambahkan Ghozali lagi dirinya berharap tim verifikasi dari kabupaten segera turun ke desa untuk mendata ulang mana-mana saja yang layak menerima raskin.
Terpisah Pemkab Bengkalis melalui Kabag Perekonomian, Indra Gunawan kepada wartawan dalam beberapa kesempatan menyebutkan bahwa masalah pendataan berada di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) kabupaten Bengkalis.
”Kita hanya sebatas koordinasi dalam penyaluran raskin, karena soal pendataan berada di Balitbang. Kalau ada masyarakat yang tidak terdata sebaiknya dilaporkan ke kepala desa atau BPD setempat, untuk diteruskan ke Pemkab Bengkalis,”saran Indra.( ed )



SUNARDI     Humas Forum Peduli Rupat




0 komentar:

Poskan Komentar