Selamat Datang Di Blogspot Berita Patroli Bengkalis

Rabu, 20 Juli 2011

Dewan tidak Bernyali Hak Angket Al-Zaytun Gagal


Bengkalis , Berita Patroli

           Rencana menggulirkan hak angket oleh anggota DPRD Bengkalis terkait dugaan korupsi dalam pembangunan pondok pesantren Al-Zaytun di kelurahan Pergam kecamatan Rupat terancam gagal total. Pasalnya hanya fraksi PKS yang menyetujui bergulirnya hak angket, sementara lima fraksi lagi dinilai tidak memiliki nyali membuka tabir gelap dugaan mega korupsi tersebut.


          Informasi terancam gagalnya hak angket tersebut, karena hinggá saat ini hanya Fraksi PKS yang berjumlah 6 orang meneken bergulirnya hak angket tersebut, sementara 34 anggota dewan lainnya diyakini tidak berani meneken. Termasuk diantaranya ádalah Fraksi Partai Demokrat yang jauh hari berkoar mendukung hak angket, tapi kenyataannya tak satupun anggota dewan dari demokrat berani meneken.


          Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Azmi Rozali Fatwa dari Fraksi PKS penggagas hak angket tersebut membenarkan bahwa sejauh ini belum ada satupun anggota dewan diluar PKS yang mendukung langkah tersebut. Diterangkannya, hak angket tidak bisa digulirkan sesuai tata tertib (tatib) dewan karena hanya didukung satu fraksi saja.


          “Secara pribadi maupun partai saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bengkalis, karena gagal menggulirkan hak angket. Alasannya itu tadi, hanya kami dari Fraksi PKS yang meneken dukungan bergulirnya hak angket tersebut, kawan-kawan nampaknya belum sepakat,”terang Azmi.


Tidak Bernyali


            Sorotan terhadap lemahnya kinerja dewan disampaikan sekretaris KNPI kabupaten Bengkalis M.Fachrorozi Agam yang menuding dewan tidak mempunyai nyali membuka tabir gelap kasus tersebut. Malahan ungkap Agam, para anggota dewan sekarang yang dulunya mantan aktifis tidak berdaya berbuat untuk kepentingan masyarakat serta kasus-kasus hukum yang terjadi di Negeri Junjungan ini.


          “Dari awal sudah ketahuan kalau mayoritas para wakil rakyat ini hanya mau enak saja, tidak peduli dengan persoalan yang terjadi ditengah masyarakat. Padahal kasus Al-Zaytun itu harus ditindaklanjuti karena menyangkut dengan penggunaan keuangan negara yang diduga disalahgunakan pengambil kebijakan dahulunya,”kata Agam kecewa.


          Untuk itu harapnya, masyarakat kedepannya silahkan memilah siapa wakil rakyat yang layak dipilih dan tidak, karena mayoritas anggota dewan di Bengkalis ini hanya besar suara saja. Akan tetapi action dilapangan tidak ada, malahan dalam kasus Al-Zaytun terkesan mereka tutup mata dan pura-pura tidak peduli. ( ed )




                                                                                                                               



M.Fachrorozi Agam sekretaris KNPI Kabupaten Bengkalis


0 komentar:

Poskan Komentar