Selamat Datang Di Blogspot Berita Patroli Bengkalis

Rabu, 20 Juli 2011

Dua Rumah Ambruk Diterjang Gelombang

Rupat Utara , Berita Patroli

Dua unit rumah milik warga desa Teluk Rhu kecamatan Rupat Utara ambruk dihantam gelombang pada saat terjadi musim utara pada awal tahun 2011 ini. Dari data yang dihimpun dilapangan, sejak sepuluh tahun terakhir tidak kurang 15 rumah ambruk diterjang gelombang, yang mana semuanya merupakan rumah yang terletak dibibir pantai.
Pantauan langsung ke lokasi, terlihat kedua rumah dalam keadaan rusak berat dan hingga kini belum diperbaiki oleh pemiliknya karena keterbatasan keuangan. Kedua rumah yang hancur diterjang gelombang itu adalah milik Syarbaini dan Adun, keduanya merupakan penduduk desa Teluk Rhu. Desa Teluk Rhu sendiri terletak dan berhadapan langsung dengan Selat Melaka dan merupakan kawasan yang selalu terkena hantaman gelombang saat musim pasang terjadi.
Kepala desa Teluk Rhu, Hamzah saat dijumpai langsung di kediamannya, Minggu (19/6) di Teluk Rhu mengakui bahwa hingga sekarang desanya merupakan daerah yang cukup parah dihantam abrasi. Apalagi desa tersebut merupakan salah satu desa nelayan, dimana 90 persen masyarakatnya menangkap ikan dan bertempat tinggal ditepi pantai.
“Memang pada saat terjadi musim utara awal tahun lalu, ada dua rumah warga yang hancur atau rusak berat diterjang abrasi. Sampai sekarang mereka masih belum bisa memperbaikinya, karena ketiadaan dana, apalagi profesi keduanya adalah nelayan tradisional dengan penghasilan pas-pasan,”sebut Hamzah.
Lebih jauh diceritakan Hamzah, bahwa panjang desanya berada dibibir pantai sekitar 4 kilometer, dimana merupakan daerah yang selalu terkena abrasi. Sementara itu penanganan abrasi yang dilakukan pemerintah masih belum maksimal,jauh dari harapan karena turap pemecah atau penahan gelombang yang dibangun panjangnya baru 950 meter dari 4 kilometer bibir pantai.
“Ya, sampai saat ini bibir pantai yang baru dipasang turap batu hanya sekitar 950 meter, itupun termasuk proyek tahun 2011 ini yang sedang dikerjakan melalui APBN. Sementara itu abrasi menerjang sekitar 15 sampai 20 meter dari bibir pantai setiap terjadi musim utara dari Selat melaka,”ujar Hamzah.
Kemudian sambung pria yang baru dua tahun menjabat kepala desa tersebut, proyek turap yang dibangun Pemerintah Propinsi melalui dana APBN adalah pada tahun 2009 sepanjang 250 meter, tahun 2010 sepanjang 450 meter dan tahun 2011 ini 250 meter. Semua proyek turap di Teluk Rhu didanai APBN, belum ada dana APBD Bengkalis ataupun APBD Riau untuk penanganan abrasi.
“Kami warga Teluk Rhu sangat berharap agar Pemkab Bengkalis dan Pemprov Riau mengalokasikan anggaran untuk pembangunan turap batu pemecah gelombang, bukan hanya bergantung kepada APBN semata. Harapan kami adalah dalam dua atau tiga tahun mendatang bibir pantai sepanjang 4 KM ini sudah dipasang turap, sehingga tidak ada lagi rumah warga yang amblas dihantam abrasi,”tambah Hamzah. (ed)





Rumah warga yang dihantam abrasi



Hamzah Kades Teluk Rhu


0 komentar:

Poskan Komentar